Implementasi Nilai Keteladanan Akhlak dan Ukhuwah Islamiyah Nabi Muhammad SAW dalam Tradisi Selakaran Al-Barzanji di Dusun Ombe Rerot Timur
DOI:
https://doi.org/10.57215/sktp.v1i2.21Keywords:
Al-Barzanji, keteladanan akhlak, ukhuwah Islamiyah, tradisi keagamaan, pendidikan IslamAbstract
Tradisi Selakaran Al-Barzanji merupakan praktik keagamaan berbasis komunitas yang tidak hanya berfungsi sebagai pembacaan riwayat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang pewarisan nilai akhlak dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW yang terkandung dalam tradisi Selakaran Al-Barzanji dan menganalisis implementasinya dalam kehidupan sosial masyarakat Dusun Ombe Rerot Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pembaca Al-Barzanji, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi/reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selakaran dilaksanakan pada berbagai momentum keagamaan dan sosial, antara lain Maulid Nabi, aqiqah, tahlilan, manasik haji, pernikahan, dan syukuran. Nilai yang paling menonjol dalam praktik tradisi ialah persaudaraan (ukhuwah Islamiyah), kasih sayang (rahmah), tolong-menolong (ta’awun), toleransi dan saling menghargai. Implementasinya tampak dalam silaturahmi, gotong royong persiapan acara, berbagi konsumsi, kepedulian terhadap warga, dan keterlibatan lintas generasi. Temuan juga menunjukkan adanya kendala berupa partisipasi sebagian remaja yang belum optimal dan pemahaman terhadap makna Selakaran yang masih terbatas. Penelitian menyimpulkan bahwa Selakaran Al-Barzanji berfungsi sebagai medium pendidikan akhlak berbasis tradisi lokal melalui habituasi, keteladanan sosial, partisipasi kolektif, dan penguatan relasi antarwarga.
References
Al-Barzanji, J. ibn H. (n.d.). Al-‘Iqd al-jawahir fi maulid al-Nabi al-Azhar. Dār al-Fikr.
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Diani, E. R. (2018). Pendidikan akhlak menurut Syekh Ja’far Al-Barzanji dalam Kitab Al-Barzanji dan relevansinya (dikaitkan dengan konteks saat ini) [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].
Hasan, M. T. (2005). Prospek Islam dalam menghadapi tantangan zaman. Lantabora Press.
Hawwa, S. (2012). Ar-Rasul. Gema Insani.
Ibn Katsir, A. al-F. I. ibn U. (1998). Tafsir al-Qur’an al-‘Azim (Vol. 6). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Ilyas, Y. (2013). Kuliah akidah Islam. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Miftakhudin, M. (2016). Nilai-nilai pendidikan moral menurut Syekh Ja’far Al-Barzanji: Studi analisis tentang Kitab Al-Barzanji [Skripsi, IAIN Salatiga].
Milki, A. (2017). Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Al-Barzanji karya Syeikh Ja’far Al-Barzanji [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muchlis, S. (2016). Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Maulid Al-Barzanji karya Syekh Ja’far bin Hasan Al-Barzanji [Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang].
Mustofa, A. (1997). Akhlak tasawwuf. Pustaka Setia.
Shihab, M. Q. (1998). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
Shihab, M. Q. (2011). Membumikan Al-Qur’an (Jilid 2). Lentera Hati.
Sjarkawi. (2008). Pembentukan kepribadian anak (Cet. 2). Bumi Aksara.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.



