Praktik Ruqyah Syar’iyyah dalam Penanganan Gangguan Sihir dan Jin: Studi Kasus di Bale Ruqyah Ampenan Mataram

Authors

  • Bilal Sandi Paris Pendidikan Agama Islam IAI Nurul Hakim Author
  • nurul mukhlisin institut agama Islam Nurul Hakim Author
  • heri fadli institut agama Islam Nurul Hakim Author
  • weli arjuna Wiwaha institut agama Islam Nurul Hakim Author https://orcid.org/0000-0003-4848-6081

DOI:

https://doi.org/10.57215/sktp.v1i2.20

Keywords:

ruqyah syar’iyyah,, terapi spiritual,, Al-Qur’an,, gangguan sihir dan jin,, therapeutic continuum

Abstract

Praktik ruqyah syar’iyyah dalam masyarakat Muslim tidak hanya berkaitan dengan penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai media penyembuhan, tetapi juga melibatkan proses pembinaan spiritual, interaksi terapeutik, dan penguatan religiositas pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik ruqyah syar’iyyah dalam penanganan gangguan yang dipahami sebagai sihir dan gangguan jin di Bale Ruqyah Ampenan Mataram, dengan fokus pada tahapan pelaksanaan dan kendala yang dihadapi selama proses terapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan praktisi ruqyah, pasien, dan keluarga pasien, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ruqyah berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu pra-ruqyah berupa asesmen dan persiapan religius-psikologis pasien; pelaksanaan ruqyah melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, doa, penggunaan air ruqyah, dan tindakan pendukung sesuai kondisi pasien; serta pasca-ruqyah berupa evaluasi dan pendampingan spiritual. Kendala terapi meliputi gangguan yang menurut perspektif praktisi telah berlangsung lama, resistensi yang diinterpretasikan sebagai keterikatan jin, kondisi psikologis dan emosional pasien, serta keterbatasan kesabaran dan konsistensi dalam menjalani terapi. Pasien dan keluarga juga melaporkan perubahan berupa meningkatnya ketenangan, stabilitas emosi, pengendalian diri, dan kesadaran menjalankan ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruqyah syar’iyyah di Bale Ruqyah Ampenan membentuk therapeutic continuum yang mengintegrasikan asesmen, intervensi Qur’ani, evaluasi, dan pembinaan spiritual, sehingga memiliki dimensi terapeutik, psikologis, edukatif, dan religius.

References

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Faizar, M. (2021). Mukjizat penyembuhan ayat-ayat Al-Qur’an. Yayasan Arsyada Yadaka Indonesia.

Faizar, M. (2024). Ruqyah itu mudah. PT Hagia Royal Grafindo.

Ghiasi, A., & Keramat, A. (2018). The effect of listening to Holy Quran recitation on anxiety: A systematic review. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 23(6), 411–420. https://doi.org/10.4103/ijnmr.IJNMR_173_17

Hapsari, P., & Darodjat. (2026). Therapeutic effects of Qur’anic recitation (tilawah) on mental and physiological health: A PRISMA systematic review and meta-analysis with social solutions for community well-being. Islamic Perspective on Communication and Psychology, 3(1). https://doi.org/10.61511/ipercop.v3i1.2026.3247

Hamidah, T., & Sismanto. (2022). Kajian ayat-ayat syifa dalam perspektif tafsir dan implementasinya dalam pengobatan ruqyah. Studia Quranika: Jurnal Studi Qur’an, 6(2).

Jauharoh, A. (2022). Penggunaan ayat-ayat syifa’ pada ruqyah tolak sihir: Studi kasus pada Ustadz Muhammad Chudlori di Desa Watesari Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Al-Dhikra: Jurnal Studi Qur’an dan Hadis, 4(2).

Kasim, M. (2023). Penanggulangan penyakit kesurupan jin: Analisis konsep pendidikan kesehatan rohani dalam Al-Qur’an. Nukhbatul ’Ulum: Jurnal Bidang Kajian Islam, 9(2).

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2014). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Lutfhi, M. (2017). Nilai pendidikan Islam dalam ruqyah syar’iyyah pada komunitas ruqyah syar’iyyah Alhaq Bengkulu. Manthiq, 2(1), 39–46.

Nagota’illah, Musthofa, A., & Nadlir, A. (2025). Terapi ruqyah Aswaja dalam penyembuhan penyakit nonmedis: Respon terhadap QS. Yunus: 57. Syntax Idea, 7(3).

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi penelitian sosial. Media Sahabat Cendekia.

Rahmani, F., & Aziz, A. I. (2024). Ruqyah Syar’iyyah as an alternative therapy in Islamic psychology: Controversies and developments. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 6(2), 106–115. https://doi.org/10.35905/ijic.v6i2.10725

Shafwan, M. H., & Mahmudin, T. (2024). Pengembangan metode pembelajaran berbasis ruqyah syar’iyyah untuk peningkatan kemampuan spiritual siswa di SD Muhammadiyah 17 Surabaya. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 8(1). https://doi.org/10.30651/sr.v8i1.22502

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tasbih, & Saidah, A. H. (2026). Ruqyah Syar’iyyah dalam praktik terapi spiritual kontemporer. Al-Irsyad Al-Nafs: Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 12(2), 53–67.

Downloads

Published

2026-08-24

How to Cite

Praktik Ruqyah Syar’iyyah dalam Penanganan Gangguan Sihir dan Jin: Studi Kasus di Bale Ruqyah Ampenan Mataram. (2026). AL-HIKMAH: Jurnal Studi Keislaman Dan Tradisi Pesantren, 1(2), 88-110. https://doi.org/10.57215/sktp.v1i2.20